6 Perbedaan Kalender Jawa dan Masehi

By | November 17, 2016

Perbedaan kalender Jawa dan Masehi | Terdapat banyak sekali penanggalan di dunia ini, kita bisa mengenal penanggalan masehi dan hijriah. Namun sebenarnya hampir setiap negara bahkan suku daerah di dunia ini mempunyai kalender yang digunakan untuk menentukan penanggalan hari, bulan dan tahun.

Sistem penanggalan inipun sudah berlangsung sejak dahulu dan diterapkan untuk kehidupan masyarakat sehari-hari. Begitu juga dengan masyarakat di tahan Jawa yang juga mempunyai penanggalannya sendiri yaitu penanggalan Jawa.

kalender jawa masehi

Ilustrasi Kalender (Image: fbsasian.com)

Kalender Jawa diketahui berbeda dengan penanggalan Masehi. Apabila kita cermati, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara dua cara / metode penghitungan kalender tersebut.

1. Motode penanggalan Jawa dihitung berdasarkan perputaran bulan terhadap bumi, sedangkan penanggalan Masehi dihitung berdasarkan perputaran bumi terhadap matahari.

2. Selisih antara tahun Jawa dan Masehi adalah 67 tahun. Jadi, jika tahun Jawa 1953 maka Masehi 2020, selisih yang cukup signifikan ini terjadi karena terdapat perbedaan jumlah hari per bulannya.

3. Jumlah hari dalam kalender Jawa 29 dan 30, sedangkan Jumlah hari tahun Masehi antara 30 dan 31 kecuali pada bulan Februari hanya 28 hari.

4. Jumlah hari dalam satu tahun kalender tahun Jawa 354 – 355 hari, jumlah hari dalam satu tahun kalender Masehi 365 – 366 hari.

5. Kalender Jawa menghitung 1 pasaran 5 hari (Legi, Paing, Pon, Wage, Kliwon), sedang kalender Masehi menghitung 1 minggu 7 hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu).

6. Pergantian hari pada tahun Jawa pada waktu petang atau saat Magrib, pergantian hari pada tahun Masehi mulai pukul 24.00 (12 malam).

Itulah beberapa perbedaan penanggalan Jawa dan Masehi yang Pediaku kutip dari laman Okezone, Kamis (17/11/2016).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *