Kegiatan Jessica Kumala Wongso di Penjara Jadi Guru, Penulis Hingga Instruktur

By | January 23, 2017

Kegiatan Jessica Kumala Wongso di tahanan | Sungguh tidak enak tentunya tinggal dan menjalani kehidupan sehari-hari di dalam penjara, tidak ada kamar yang nyaman seperti dirumah, kebebasan untuk melakukan segala sesuatu dan pergi kemanapun yang diinginkan juga tidak lagi bisa dinikmati.

Jessica Kumala Wongso

Jessica Kumala Wongso (Image: radarriaunet.com)

Sebuah ruang sel di rumah tahanan (rutan) Pondok Bambu di Jakarta Timur menjadi tempat Jessica Kumala Wongso hidup saat ini. Jessica divonis oleh hakim 20 tahun penjara karena kasus ‘kopi sianida’ yang cukup heboh beberapa waktu lalu, dimana pada kasus tersebut I Wayan Mirna Salihin yang merupakan kawan dari Jessica meninggal pada Januari 2016.

Menurut Hidayat Boestam selaku kuasa hukum Jessica mengalami depresi dan stres berada di tahanan. Berulang kali Jessica meminta pulang karena merasa tidak bersalah atas tewasnya Mirna.

Dia (Jessica) masih menanyakan terus proses banding. Dia minta mau pulang, dirinya katakan tidak bersalah,” tutur Boestam seperti diwartakan laman Okezone, Senin (23/1/2017).

Kegiatan Jessica di Rumah Tahanan

Hiburan yang bisa “dinikmati” oleh Jessica selama ini setidaknya hanyalah kunjungan keluarga yang dijadwalkan menjenguk pada hari Selasa, Kamis serta Jumat.

Selebihnya, Jessica punya beberapa kegiatan lain untuk mengisi hari-harinya selama dipenjara, lulusan Billy Blue College Australia itu menjadi guru Bahasa Inggris serta instruktur senam di rutan tersebut.

Selain itu, menurut Otto Hasibuan yang juga pengacara Jessica, Jessica sedang sibuk menulis buku, selain itu ada juga produser film yang minta izin buat film tentang Jessica.

Menulis Buku dan Tawaran Film Tentang Jessica

“Sekarang dia (Jessica) sibuk nih. Saya bilang, ‘Sudahlah, supaya kamu sedikit sibuk dan terhibur’. Ada produser film yang meminta izin buat film tentang Jessica. Ini masih tawaran, kita belum setujui,” kata pengacara Jessica, Otto Hasibuan, usai acara diskusi di Kampus Pascasarjana Univesitas Pelita Harapan, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).

“Sekarang dia sedang menulis pengalaman dia pertama kali tersandung kasus ini dan perasaan dia apa yang sebetulnya terjadi, supaya dia sibuk. Ada dua produser yang menawarkan,” lanjut Otto.

Jessica divonis pidana 20 tahun penjara atas tindak pidana pembunuhan yang diatur dalam Pasal 340 KUHP oleh hakim saat pembacaan putusan pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), pada 27 Oktober 2016.

Upaya banding juga masih terus dilakukan, dimana pengajuan bandingnya ditujukan ke Pengadilan Tinggi. Menurut Boestam, surat administrasi pengajuan banding sudah dikirim ke pengadilan.

Katanya (diproses) di Februari bulan depan. Namun sepertinya tidak ada sidang, hanya ajukan permohonan saja. Banding itu setahu saya hanya periksa berkas saja baru diputus,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *