Cara Memilih Diantara Dua Pria Pilihan Menurut Psikolog

By | November 9, 2015

Cara memilih diantara dua pria pilihan memang tidak mudah bagi wanita. Bukan hal yang mustahil ada perasaan tertarik terhadap pria lain pada saat sedang menjalin hubungan yang serius dengan seseorang.

Penyebab hal semacam itu bisa bermacam-macam, situasi dan kondisi adalah yang paling mempengaruhi.

Frekuensi bertemu yang cukup intens atau kondisi yang memaksa untuk bertemu terus menerus bisa jadi sebab, selain itu rasa nyaman yang tidak didapatkan dari pasangan bisa jadi hal yang menambah keruh suasana. Anda akan semakin dibuat pusing karena terus membandingkan antara dua orang yang berbeda.

– Baca juga: Alasan Kenapa Orang Selingkuh Meski Pernikahan Bahagia

wanita diantara dua pria

Ilustrasi wanita diantara dua pria (Image: glamour.com)

Hal tersebut tentu bisa membuat sebuah hubungan yang tadinya baik dan biasa-biasa saja menjadi drama yang disebabkan oleh Anda sendiri. Kondisi yang memaksa untuk terus membandingkan dua orang tersebut lama-lama bisa jadi dilema.

Di awal hubungan dengan seseorang, kehangatan serta getar-getar akan sangat terasa dan menggoda. Tapi tidak ada satupun hubungan yang dapa berjalan mulus, tanpa ada konflik ataupun masalah sepanjang waktu“, kata psikolog Ratih Ibrahim.

Apabila Anda sedang mengalami hal tersebut, Ratih Ibrahim yang merupakan lulusan Universitas Indonesia itu menyarankan untuk secepatnya membuat sebuah keputusan atau pilihan. Tapi sebelum itu Anda tentu juga harus berani untuk berkata jujur pada pasangan mengenai kondisi itu.

– Baca juga: 6 Alasan Mengapa Wanita Mudah Selingkuh

Tidak ada satupun hubungan yang bisa berjalan mulus atau berhasil jika tidak ada kejujuran serta komitmen untuk menjalaninya. Apabila Anda ingin tetap menjalin hubungan dengan kekasih Anda maka cobalah untuk bersikap jujur dan buktikan dengan komitmen penuh.

Yang terbaik akan datang dari kejujuran dan ketulusan hati“, tambah psikolog Ratih.

Pikirkan dengan tenang dan matang mana pria yang terbaik dan yang bisa membuat Anda lebih bahagia. Pilihan itu mungkin akan sulit untuk Anda, dan bisa juga akan membuat salah satu pihak tersakiti, tapi jika dibiarkan kondisi seperti itu lebih lama lagi maka dampaknya juga akan lebih buruk.

Kemampuan untuk memilah antara perasaan nyaman dan cinta juga harus bisa Anda miliki. Seperti dikatakan psikolog Liza Marielly Djaprie, M.Si,Psi,SC yang Pediaku kutip dari Wolipop bahwa yang mengatakan bahwa kenyamanan tidak bisa serta merta diartikan sebagai cinta, begitupun hal sebaliknya.

Kalau nyaman itu akan lebih fokus sama dirinya sendiri, selama dia bisa menemukan orang yang membuat dia merasa nyaman, baik banget, melayani dia, bantuin dia, memberikan dia barang-barang ya, sudah semua oke saja. Kalau cinta lebih melihat ke orang lain, ya gua cinta, bisa terima dia apa adanya, iya sih orang ini pemarah, cuek, nggak romantis, nggak manjain gua, tapi gua cinta dia, jadi fokusnya saja yang berbeda,” kata psikolog berusia 38 tahun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *