Inilah Bahasa Daerah yang Sudah Punah dan Terancam Punah di Indonesia

By | November 1, 2017

Bahasa Daerah yang Sudah Punah dan Terancam Punah di Indonesia | Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan unik bila dibandingkan negara lain, keunikannya Indonesia terdiri dari 1.340 suku dan 300 etnis, selain agama dan budaya yang juga beragam di Indonesia. Dari 1.340 suku tersebut tentu Indonesia memiliki bahasa masing-masing yang disebut bahasa daerah, selain bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Berdasarkan situs riset linguistik dan telaah bahasa dunia, Ethnologue, Indonesia menempati urutan kedua dengan bahasa lokal terbanyak di dunia. Situs itu menyebut, Indonesia memiliki 707 bahasa daerah.

Namun, tidak semua bahasa daerah tersebut berstatus aman. Berdasarkan data Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada 11 bahasa daerah yang menyandang status punah. Dan ada beberapa bahasa yang dinyatakan hampir punah bahkan ada yang terancam punah.

Diantara 11 bahasa daerah yang sudah punah adalah Bahasa Kayeli, Piru, Moksela, Palumata, Ternateno, Hukumina, Hoti, Serua, Nila, semua bahasa daerah ini berasal dari wilayah Maluku dan Maluku Utara. Sementara bahasa Tandia dan Mawes berasal dari wilayah Papua.

Baca Juga: Bahasa yang paling sulit di pelajari di dunia

Menurut Prof. Dr. Multamia Lauder, seorang pakar linguistik dari Universitas Indonesia, mencatat saat ini kurang lebih 25 bahasa di Indonesia berstatus hampir punah. Bahasa yang hampir punah tersebut berasal dari Maluku dan Papua.

Bahasa yang berstatus hampir punah tersebut antara lain, Bahasa Burumakok, Duriankere, Emplawas, Kaibobo, Kanum, Badi, Kayupulau, Kembra dan Kwerisa. Selain itu, bahasa Lengilu, Lolak, Melayu Bacan, Mandar, Massep, Mlap, Morori, Namla, Paulohi, Petjo, Ratahan, Salas, Taje, Tobati dan Woria.

Sedangkan bahasa daerah yang dinyatakan sangat terancam punah adalah bahasa Reta dari NTT, bahasa Saponi dari Papua, bahasa Ibo dari Maluku, dan bahasa Meher dari Maluku Tenggara Barat.

Menurut Multamia, Mayoritas bahasa daerah yang sudah punah dan terancam punah itu berasal dari Maluku dan Papua. Multamia mengatakan, alasan mengapa bahasa daerah tersebut dikatakan punah karena sudah kehilangan penuturnya dan sudah sudah tidak digunakan lagi bahasa daerah tersebut.

Sementara itu ada 19 bahasa daerah yang saat ini berada status aman, yaitu; Bahasa Jawa, Aceh, Sunda, Madura, Bali, Melayu (Sumatera), Minangkabau, Batak, Sumbawa (NTB), Bugis (Sulawesi), Makasar (Sulawesi), Muna (Sulawesi), sementara , Korowai, Tokuni, Biak, Serui, Kuri, Awban Yahokimo dan Sentani berasal dari Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *